P.E.K.A

Dalam kehidupan sehari hari manusia selalu dituntut untuk selalu paham dan mengerti dengan segala kondisi dan situasi. 

Bahkan sejak kecil, kita sudah mulai dituntut untuk belajar melatih kepekaan itu. Saat diri merasa lapar dan haus, maka secara otomatis refleks tangisan akan keluar berbarengan dengan kondisi dan situasi kita saat sedang merasakannya. 

Beranjak dewasa, kepekaan akan kondisi dan situasi kini tidak hanya mencakup pada diri sendiri saja, namun sudah melibatkan orang lain di dalamnya. Hal ini sudah dipastikan akan terjadi, karena manusia pada umumnya adalah makhluk sosial dimana dia dibutuhkan dan membutuhkan orang lain. 

Pada awal permulaannya, kepekaan pada masa anak-anak dan masa remaja adalah masa awal perkenalan rasa peka akan kondisi dan situasi orang lain di sekitar kita. 

Berapa kali kita berfikir, bahwa ibu tidaklah benar-benar sayang kepada kita, hanya kerena ibu marah kala kita sedang asik bermain hujan-hujanan di depan rumah. 

Berapa kali kita berfikir, bahwa Ayah sangatlah jahat kepada kita, hanya karena mencubit kita kala kita sedang berkelahi dengan adik sendiri berebut mainan. 

Bagi kita yang sudah pernah melewati masa awal itu, mungkin sekarang lebih banyak terheran dan tertawa akan pola pikir kita kala itu. Kita sekarang mungkin lebih dapat menangkap dan peka atas apa yang sebenarnya ayah dan ibu kita lakukan kala itu. 

Ternyata ayah dan ibu tidak lah benar-benar jahat kepada kita, melainkan sangat sangat cinta dan sayang kepada kita. :) 

Rasa cinta. 

Sebagian manusia mengungkapkan perasaan "Aku cinta/sayang kamu." dengan berbagai bentuk ungkapan yang berbeda. 

"Hati-hati ya." 

"Pakailah jaket, di luar cuaca dingin." 

"Kamu sudah makan?" 

"Sekarang istirahat ya, kamu capek hari ini pasti." 

"Hubungi aku kalau udah sampai rumah ya."

Sebagian manusia cukup peka dan paham dengan maksud tersirat yang diungkapkan. Namun sebagian manusia ada yang tidak bisa menangkapnya dan hanya menganggapnya sebagai sebuah ungkapan biasa, perintah biasa, pertanyaan biasa dan ucapan biasa. 

Maka, mengasah kepekaan akan kondisi dan situasi memang haruslah terus dilakukan, agar hubungan dan komunikasi antar satu sama lainnya semakin erat dan hangat. 

Tapi ingat juga, tolong bedakan antara kepekaan dan kepedean ya :D

Takutnya, niat dia memang hanya ungkapan biasa, eh malah kita tangkap dengan berlebihan, kan jadi repot 😅. 

Pintar-pintar lah mengelola rasa peka itu hehe. 

#nyicilpahala #nyiciltabunganakhirat #Challengeyourself 

Komentar

Postingan Populer