S.E.M.B.U.H
Banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui. Banyak hal di dunia ini yang kadang tidak masuk akal. Misteri dan rahasia seakan bersembunyi dibalik keterbatasan manusia sebagai penguasa di muka bumi ini untuk bisa mengerti dan memahami hakikat sesuatu hal itu terjadi. Kadang manusia menjadi sangat terobsesi untuk bisa menguak misteri itu, kenapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana hal itu bisa ada? Dan lain sebagainya sehingga menjadikan akal dan logika menjadi satu-satunya cara mereka untuk bisa memahami dan mengerti.
Namun hal itu tidak berlaku bagi seorang muslim yang dimana dalam menjalani kehidupannya selalu menggunakan keyakinan dan kepercayaan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta'aala.
Setiap kejadian-kejadian mustahil yang tidak tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia kebanyakan, mampu disimpulkan dan dipahami oleh seorang muslim bahwa hal itu adalah salah satu tanda Kebesaran dari Allah Subhanahu Wa Ta'aala.
Sungai di dalam air, dua lautan bertemu dalam satu tempat, gunung berwarna-warni di Cina dan masih banyak hal lain yang sejatinya semuanya sudah dituliskan di dalam Al Qur'an 1400 tahun yang lalu.
(ٱذۡهَبُوا۟ بِقَمِیصِی هَـٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِی یَأۡتِ بَصِیرࣰا وَأۡتُونِی بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِینَ)
Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku.” [Surat Yusuf 93]
Satu dari sekian banyaknya keajaiban yang terjadi di dunia ini terdapat pada ayat ini. Dimana pada ayat ini menceritakan bahwa Nabi Yusuf Alaihissalam memerintahkan kepada saudaranya untuk membawa baju miliknya guna diusapkan ke wajah Nabi Yaqub Alaihissalam agar penglihatannya kembali berfungsi.
Logika mana yang dapat menerima ini? Apa hubungan kain baju dengan sembuhnya luka? Semuanya tidak masuk akal dan diluar nalar sehat.
Namun sejatinya itu nyata dan benar-benar terjadi. Dimana pada poin ini kebahagiaan menjadi salah satu faktor terbesar kesembuhan seseorang.
Letak kesembuhan bukan pada bendanya, melainkan pada besarnya kebahagiaan yang dirasakannya.
Maha Besar Allah yang telah telah menurunkan Al Qur'an sebagai pedoman bagi manusia dimana kebenaran senantiasa melekat padanya.

Komentar
Posting Komentar