Baik Berisik
Baik Berisik.
Kapan pastinya aku tidak tau. Tiba-tiba saja. Semuanya seakan sudah tertanam dan menjadi keyakinan hingga saat ini. Bahwa Negeri Palestina pantas untuk dibela dan diperjuangkan.
Teringat dahulu, kala duduk dibangku sekolah dasar kota Purwokerto. Aku dan teman-temanku diminta berbondong-bondong mengikuti pawai bela Palestina yang diselenggarakan sekolah. Aku tidak tahu mengapa. Tapi, sebagai seorang anak kecil yang patuh dan taat, maka hal itu tidak menjadi masalah.
Seperti anak SD pada umumnya. Bendera Palestina yang kami genggam kami kibas-kibaskan ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah. Bukan karena adanya kebanggaan atau keberhatian, semata hanya karena keseruan.
Terlihat salah seorang peserta aksi menyeret bendera putih Israel diatas aspal. Membiarkannya terinjak dan terlindas oleh roda kendaraan yang lewat. Lalu membakarnya dan membiarkannya hangus habis dilahap api.
Keseruan kami perlahan sirna. Kami terdiam dan mematung. Gundukan pertanyaan menumpuk dan menggumpal, hingga tak lagi menyisakan ruang untuk jawab.
Apa bedanya bendera yang kami genggam dan yang dia bakar? Kenapa bendera itu diperlakukan berbeda? Kenapa dan kenapa?
Perlahan, bulir pertanyaan itu sedikit demi sedikit terjawab oleh waktu, lingkungan, guru dan pengalaman. Menanamkan keteguhan dan ketetapan untuk selalu berada pada garis terdepan perjuangan. Membungkus perisai diri dengan kekuatan dan keberanian. Karena perkara Palestina bukan hanya soal kemanusiaan, melainkan soal keyakinan, kepercayaan dan keimanan.
Saat Palestina terusik, jangan cuman berbisik, kita harus berisik!
#freepalestine
#supportgaza
#BaikBerisik
#Smart171


Komentar
Posting Komentar