Sunyi Malam

Sunyi Malam.

Berjalan di atas bumi nampaknya menjadi tak lagi asik dan seru kala satu persatu tabir hakikat kehidupan terbuka. 

Aku duduk terdiam dalam ruangan dalam keheningan. Jari jemari menari diatas cahaya ponsel. Menekan dan menggeser layarnya. 

Terlihat postingan terbaru seorang kawan lama yang sedang memperlihatkan sebuah video perpisahan dengan kawannya. 

Nampak bahagia, saling sapa depan kamera, tak terlihat sedikit pun rona kesedihan. Rupanya manusia pintar juga dalam menyembuyikan perasaan. Pikirku dalam hati. 

Penampilan status terus berjalan, nampaknya kisah hidup manusia bisa terlihat dan semudah ini didapatkan. Ada yg sedang berlibur bersama keluarga. Ada yang sedang berada dalam tumpukan buku. Ada yang sedang berlatih sepak bola. Berlari, makan dan masih banyak lagi. 

Kuputuskan untuk menutup tayangan secuil kehidupan itu. Ku hempaskan badanku diatas kasur. Tidak terpejam, namun melihat langit-langit atap kamarku. 

Manusia selalu mempunyai episode akhir dalam hidupnya. Semuanya. Tak terkecuali. 

Tepat beberapa hari yang lalu seseorang yang sangat ku kenal telah menemukan potongan episode akhir dalam hidupnya. Indah, bahkan sangat Indah. Menutup hidupnya dengan bersujud merendahkan diri dihadapan Sang Khalik. Khusnul khatimah insya Allah. 

Aku tidak menyesali kepergiannya. Aku tidak kecewa dengan kepergiannya. Tapi aku hanya sedih dan terdiam. Potongan episode akhir mana yang aku akan dapatkan kelak. 

Alunan syahdu Qur'an menggema memenuhi tiap sudut kamar. Desir malam tenang seakan mengerti akan keadaan. Malam penuh bintang pun tak lagi bisa terlihat. Karena kini kedua matanya telah sempurna tertutup tenggelam dalam mimpi senyapnya. 

#cerpenzuher #malam #hikmah #diam #muhasabah

Komentar

Postingan Populer