Musim Dingin di Negeri Gersang

November selalu menjadi pengawal berlangsungnya musim dingin hampir di seantero Timur Tengah, tak terkecuali negara yang sedang penulis tinggali sekarang, Sudan. 

Udara dingin tentunya menjadi tanda yang paling nyata ketika datangnya musim dingin ini, namun ada beberapa hal yang mungkin juga dapat dikatakan menjadi tanda bahwa musim dingin ini akan segera tiba.

Sebelum penulis menjabarkan apa saja hal yang menjadi tanda atau alamat bahwa musim ini akan segera tiba, mungkin banyak dari pembaca yang mengira bahwa musim dingin lebih baik daripada musim panas. Mungkin yang dilogikakan bagi para pembaca adalah karena musim panas bisa dikatakan bak api yang memanggang setiap orang yang memasukinya. Tidak akan tahan orang melewatinya. 

Belum lagi bagi Negara Sudan sendiri yang memang masuk kawasan padang pasir di benua Afrika, hamparan pasir gurun terhampar luas. Mungkin hampir lebih dari setengah bagian negara ini ditutupi oleh pasir dan gurun, hal itu bisa dilihat dari peta satelit. Namun, bagi orang yang telah lama hidup dan menetap di negara timur tengah pada umumnya, atau di Negeri Sudan pada khususnya, musim dingin tidak lebih baik daripada musim panas itu sendiri. 

Hal ini terlepas dari beberapa keutamaan pada musim dingin yang memang malamnya begitu panjang dari musim panasnya. Yang sering dimanfaatkan seorang muslim untuk dapat mengisi malam panjangnya dengan beribadah dan bermunajat kepada Sang Pencipta. 

Namun ini lebih ke dampak yang dirasakan pada orang yang mengalaminya, terkhusus kepada orang-orang asing yang cukup membuatnya kewalahan. 

Pada poin ini penulis akan jabarkan beberapa tanda-tanda selain dari pada hawa dingin itu sendiri yang menjadi pertanda datangnya musim dingin di Sudan ataupun Timur tengah. 

1. Bibir pecah dan sariawan. Hal ini menjadi sangat lumrah dialami oleh orang-orang asing pada umumnya. Karena memang hal ini pasti terjadi hampir disetiap awal musim dingin itu datang. Keringnya bibir serta sariawan ini bukan seperti yg biasa dibayangkan, melainkan begitu menyakitkan. Hehe. Ketika kalian berusaha untuk tersenyum atau mungkin berbicara maka itu akan menjadi sangat menyakitkan. Bagaimana tidak, gerakan bibir dan mulut ketika tersenyum itu membuat seluruh lapisan bibir bergerak, memecah kerutan-kerutan yang terbuka dari luka yang dihasilkan karena musim dingin, dan ini sangat sakit sih. makanya tak heran, akan terlihat aneh dan lucu ketika ada orang yang tersenyum ataupun tertawa pada musim dingin. ingin tertawa lepas namun tertahan oleh pecah bibir itu sendiri. Jadi hampir-hampir selama musim dingin itu kita lebih banyak diam dari berbicara. kalau tidak percaya, silahkan buktikan. Haha

2. Kaki pecah-pecah. Ini memang pasti dan selalu terjadi. Ketika tumit belakang mengalami kekeringan total kerena lahan tumit yang tidak dialiri oleh hawa dan udara lembab, menyebabkan kekeringan total menyebar sekitaran tumit belakang kaki. Dan ini enggak sembarangan ya, ketika lapisan itu terbuka, maka yang terjadi adalah, rasa sakit yang luar biasa. Ketika kaki dipergunakan untuk berjalan, bisa dibayangkan betapa sangat berjuangnya seseorang berjalan menuju ke Masjid pada musim dingin. Semoga hal itu bernilai pahala, Aamiin, hhe. 

3. Kulit tangan dan kaki kering. sisik-sisik putih keluar dari dalam kulit terlihat begitu jelas. Dan ketika kamu coba gesekan, maka saling berguguran lah sisik putih itu. Hal itu bisa kamu buktikan ketika menggunakan pakaian ataupun celana berwarna gelap atau hitam. Maka akan terlihat sisik-sisik putih kulit kita akan menempel membekas diatas pakaian maupun celana itu. Mungkin itu salah satu cara reinkarnasi kulit ketika menuju new Skin. 

4. Kotoran hidung menumpuk. Isi dari hidung seseorang akan terasa penuh ketika akan datangnya musim dingin. Atau bahasa lainnya upil. Jadi kotoran ini akan menggumpal lalu mengering di daerah sekitaran dalam hidup. Jika hal ini terjadi pada kamu. Maka musim dingin sebentar lagi akan tiba. 

5. Tegangan listrik pada diri. Ini yang paling unik dari setiap tanda sebelumnya. Kalian bayangkan saja, ketika kalian menyentuhkan jari kalian dengan tubuh atau badan teman kalian, dengan syarat kulit dengan kulit, maka secara tiba-tiba aliran listrik itu akan muncul lalu akan membuat kalian tersetrum dan terkejut sepersekian detik. Hal ini pun berlaku pada hal-hal yang dapat mengantarkan listrik pula, atau benda-benda konduktor, seperti pagar besi dan pintu besi. maka ketika kalian mencoba untuk memegang atau menyentuh beberapa benda tadi maka, secara tiba-tiba akan terjadi gesekan antar dua objek pengantar listrik yang akan menghasilkan elemen listrik sehingga kalian akan terkejut karena setruman benda-benda itu. Bahkan, yang lebih uniknya lagi, ketika kalian mencoba untuk melepaskan pakaian, ataupun jubah yang telah kalian kenakan di kegelapan, maka kalian akan melihat percikan-percikan api dari pakaian ataupun jubah yang kalian coba untuk tanggalkan itu. Unik sekaligus menjengkelkan. Bagaimana tidak, kita akan merasa sangat berhati-hati dan waspada ketika harus bersalaman dengan teman, membuka pintu atau pagar yang terbuat dari besi, maupun ketika mencoba menanggalkan pakai setelah melaksanakan sholat di masjid. Antara cemas dan lucu. 

Maka tidak selamanya musim dingin menjadi musim impian bagi orang yang merasakannya. Juga tidak menjadikannya musim yang paling dibenci. Jadi ketika pertanyaan dilontarkan kepada kami, pilih mana antara musim dingin dengan musim panas mana yang lebih kami inginkan? 

Maka penulis secara yakin dan pasti akan mengatakan, bahwa musim Indonesia lebih baik dari keduanya, karena memang butuh adaptasi tingkat tinggi dan perjuangan tingkat dewa untuk bisa melewati kedua musim itu di negara yang ditutupi oleh pasir gurun ini. Sudan tidak hanya terkenal dengan panas menyengatnya saja, tapi menyimpan hawa dingin yang menusuk terasa dalam jiwa.

Selamat datang musim dingin, semoga sikapmu padaku tak ikut mendingin dan terus menghangat. :) 

Komentar

Postingan Populer