Muslimpreneur Mindset
Bisnis atau dagang menjadi salah satu jenis pekerjaan yang banyak diminati oleh segala jenis kalangan baik tua maupun muda. Proses perputaran uang yang terbilang sangat sederhana serta rangkaian akad yang mudah menjadikan bisnis salah satu pekerjaan yang banyak dicari pada tahun ini.
Ditambah munculnya pandemi global pada tahun 2020 ini mengakibatkan terbatasnya ruang gerak manusia dalam beraktivitas. Untuk kemudian Memaksa manusia kembali memutar otaknya guna bertahan hidup dari keadaan yang tak terduga ini. Maka bisnis adalah jawaban final dalam permasalahan ini.
Umat muslim sendiri berpandangan bahwa bisnis bukan hanya proses sederhana antara penjual dan pembeli saja, melainkan sebuah proses duniawi dan akhirati. Dimana kejujuran, keyakinan dan ketakwaan adalah elemen penting yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam sistem jual beli ini.
Mas Ippho Santosa selaku pelaku bisnis sukses di Indonesia sendiri mengatakan bahwa, "Dalam berbisnis, saya selalu menegaskan kepada rekan-rekan saya bahwa ikhtiyar langit dan ikhtiyar bumi harus selalu berjalan selaras seirama. Karena bisnis yang kita lakukan bukan hanya mengharap harta dan kekayaannya saja, melainkan surga dan keberkahan-Nya adalah yang utama."
Banyak penulis temui dari beberapa masyarakat yang mengaku tertarik dan minat untuk terjun dalam dunia bisnis perlahan mundur dan berbalik arah menepi begitu melihat modal dan syarat yang harus dia jalankan sebelum masuk ke dalam dunia bisnis, mereka merasa bahwa hal itu cukup memberatkan.
Bahkan ada beberapa dari mereka yang merasa takut dan khawatir akan barang dagangan yang mereka tawarkan tidak bisa terbeli dan laris dipasaran. Ini lucu, mereka berfikir sedemikian rupa namun tidak pernah sedikit pun mereka berani untuk mencoba. Ibarat kata mereka telah kalah sebelum berperang.
Penulis melihat permasalahan ini menjadi sangat vital dan bahaya ketika seorang muslim takut dan khawatir akan masa depan yang belum tentu mereka akan dapati. Kenapa kita harus takut dan khawatir akan sebuah rezeki yang sudah pasti dan tidak akan pernah meleset dari takdir yang sudah Allah tetapkan?
Penulis melihat, ketika seseorang muslim merasa khawatir dagangannya tidak bisa laku, takut dagangannya tidak bisa laris adalah tanda kurangnya iman. Kenapa? Karena orang yang berfikiran seperti itu seolah meragukan kepastian dan Kebesaran Allâh dalam menentukan rezeki pada hamba Nya, dan ditakutkan masuk kedalam perkara kekafiran, Na'udzubillahi min dzalik.
(۞ وَمَا مِن دَاۤبَّةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَیَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلࣱّ فِی كِتَـٰبࣲ مُّبِینࣲ)
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
[Surat Hud 6]
Ayat ini menegaskan bahwa Tidak ada satu makhluk pun diatas muka bumi ini Yang luput dari cinta dan kasih sayang dari Allah Subhanahu Wa Ta'aala, Rezeki yang sudah tertuliskan bagi masing-masing kita sudah tertulis dan tersimpan rapi dalam lauhul mahfudz.
Maka penulis berpandangan bahwa, proses jual beli yang diterapkan oleh umat muslim di dunia adalah sesuatu yang sangat sakral dan suci, bukan hanya hubungan ikatan antar sesama manusia, melainkan sebuah ibadah, sunnah juga ikatan ukhrawi yang langsung tersambung kepada Sang Pemberi Rezeki, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'aala. Dimana ketakwaan, keimanan, keyakinan, kepercayaan dan aqidah adalah sesuatu hal yang harus kita pegang teguh sebagai seorang pengusaha muslim sejati.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'aala mudahkan dan berkahi pada setiap langkah kita. Aamiin 😊😊😊
Khartoum, 26 November 2020


Komentar
Posting Komentar