"Gk usah sok suci deh lo. Kita semuanya sama. Hanya berbeda cara berdosanya!"
Ungkapan ini sekilas benar, namun ternyata terdapat celah kekeliruan besar.
Manusia memang tak pernah lepas dari salah dan dosa, namun ungkapan tadi seakan mewajarkan sebuah dosa itu dilakukan. Lalu menjadi pembelaan bagi sang pendosa. Bahwa dosa yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk kelaziman dunia.
Nyatanya, banyak yang terkecoh dengan ungkapan ini. Lantas berubah menjadi sosok yang anti nasehat. Karena yang mereka tahu, sang penasehat hanya bagi mereka yang bersih dari salah dan dosa.
Mereka mungkin lupa, bahwa kesempurnaan dan kemaksuman yang pernah ada hanya milik Rasul semata. Sedangkan kita? Tak pernah lepas dari salah dan dosa.
Bukanlah syarat menjadi baik itu bersih dari salah dan dosa. Andai itu syaratnya, mustahilah mereka di dunia.
Akan tetapi, yang dimaksud dengan baik dan bertakwa adalah dia yang ketika berdosa segera bertaubat. Dan dia yang ketika bermungkar memohon ampun dan beristighfar.
📸 : unsplash
#30hbc2107
#30haribercerita


Komentar
Posting Komentar