kunci Hati

Aku heran dengan orang yang selalu Bahagia dan ridho dengan apa yang telah ditakdirkan olehnya. Tak pernah sekalipun aku melihatnya marah dan bersedih dengan apa yang menimpanya. Mereka selalu bisa tersenyum ditengah badai takdir ketetapan. Mereka bisa saja marah dan sedih akan hal itu, namun mereka memilih untuk tersenyum melapangkan hati dan ridhonya pada Sang Penguasa.

Timbunan stok keikhlasan dan keridhoan mereka letakkan pada tempat yang tidak kita ketahui dimananya. Mempergunakanya kala keras kehidupan menamparnya dan memaksanya tuk tetap tegak Bahagia. Takdir atau ketetapan yang aku maksud bukan bentuk situasi kepasrahan, namun sebuah kejadian yang memaksa dia untuk bertahan dari sebab dan ikhtiyar yang telah mereka usahakan sebelumnya.

Kita semua tau, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dan atur di dunia ini, takdir dan kuasa Allah misalnya. Namun kita seringkali lupa, bahwa hati dan perasaan adalah komponen diri yang bisa kita atur dan upayakan.

Aku masih selalu mencoba dan selalu berusaha untuk berpijak tepat pada jejak langkah mereka. Ridho dan ikhlas dengan apa yang telah ditakdirkan olehnya, tak menuntut kekecewaan dan penyesalan “keharusan” yang bisa saja mereka lakukan. 

Aku masih selalu mencoba dan selalu berusaha untuk berpijak tepat pada jejak langkah mereka. Ridho pada keburukan yang menimpanya dan berucap, “Semoga ini adalah yang terbaik.” 

Aku masih selalu mencoba dan selalu berusaha untuk berpijak tepat pada jejak langkah mereka. Dimana keridhoan akan semakin bertambah kala kebaikan dan kesenangan mereka dapatkan pada kehidupan.

Hidup memang tak pernah lepas dari takdir baik dan buruk, sebuah ketetapan yang absolut dan tak mungkin bisa kita atur dan kendalikan. Namun olah hati dan perasaan mampu kita atur dan tuju pada satu titik keikhlasan dan keridhoan.

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

📸 : unsplash

#30hbc2104
#30haribercerita

Komentar

Postingan Populer