Liberalis Zaman Old

Perbuatan buruk akan selalu buruk meskipun seluruh manusia melakukannya. 

Istri Nabi Luth Alaihissalam memang tidak pernah ikut perbuatan buruk kaumnya. Tapi dia dahulu adalah "Perempuan Budak Liberal" di zamannya.

Dia menerima "perbedaan" kaumnya. Dia menyetujui "penyimpangan" mereka. Dan dia mendukung "perbuatan buruk" mereka. 

Dan kalian tau, apa balasannya? 

"Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya (Luth Alaihissalam), kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)." QS : 27 :57

Sebuah tamparan pelajaran bagi mereka yang selalu mengangkat tinggi bendera Sekularisme dan Liberalisme dalam kehidupan. Menerjang dan mengoyak batas-batas syariat yang telah Allah turunkan. Menganggap seolah aturan Tuhan telah usang dan telah ketinggalan zaman. 

Kita hidup dimana haq dan batil akan selalu bersebrangan. Dua poros sisi penentu arah tujuan setelah kehidupan. Pada Kebenaran kah lah kita berada atau pada kebatilan lah kita ada.

Waspadalah dan berhati-hatilah kala sekelebat pemikiran mengangguk iya pada kelompok Ahlul Batil atas kebatilan mereka. 

Pahit keburukan tak akan pernah menjadi manis meskipun seluruh manusia melakukannya. 

Kencangkan tali agama. Tenggakkan benteng keimanan. Tancapkan tongkat ketauhidan. Karena musuh-musuh islam akan selalu berusaha menerjang tubuh keistiqomahan dan ketaatan.

Berjalanlah pada apa yang telah "diperintahkan" bukan pada apa yang kita suka.

Semoga Sang Maha Pembolak-balik hati selalu memberikan kita keteguhan dan keistiqomahan dalam beragama. Aamiin. 

📸 : unsplash

#30hbc2111
#30haribercerita

Komentar

Postingan Populer