Panleukopenia
Bagi para pencinta kucing harus baca ini sih menurutku, soalnya hal ini berhubungan dengan anabul kita hehe
Jadi gini, waktu aku lagi di depan laptop, pagi hari. Terdengar bunyi notifikasi dari HP ku. Ting tong, begitulah bunyinya. Setelah aku tengok, eh ternyata teman lamaku yang kirim pesan. Dia mengabarkan kalau 4 kucingnya telah mati. Empat kucing yang selama ini hidup mendampingi dia dari sebelum dia menikah sampai setelah dia menikah ternyata mati hari ini. Aku tau perasaan dia, aku bisa memahaminya. Apalagi bagi pencinta kucing seperti kita, kehilangan anabul adalah sesuatu yang menyakitkan, terbilang lebay sih, tapi emang begitu kenyataannya. Hehe
Dia mengabarkan, kalau ini buka pertama kalinya terjadi. Sebelumnya telah mati tujuh ekor kucingnya dengan sebab dan kejadian yang sama. Aku terheran, penyakit apa itu? Kemudian dia menjawab, “Ini virus kucing bro, virus yang mematikan dan menular. Bahaya banget deh.”
Tiba-tiba dia mengirimkan sebuah link artikel tentang virus yang barusan dia bilang. Aku baru tau kalau virus itu namanya Panleukopenia.
Panleukopenia adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parvovirus. Virus ini sangat rentan menyerang anak kucing dan tidak menginfeksi manusia. Panleukopenia menginfeksi kucing dengan cara membunuh sel-sel yang aktif membelah di sumsum tulang, usus dan janin yang sedang berkembang. Meski lebih rentan menyerang anak kucing, kucing dari segala usia juga dapat terinfeksi panleukopenia, terutama pada kucing yang tidak mendapat vaksinasi.
Di dalam artikel disebutkan, kalau proses penyebaran itu bisa melalui tempat, kotoran, tempat minum, ingus dan lain-lain, penyebaran ini berlangsung capat, hanya 2 hari. Tapi virus ini mampu bertahan selama 1 tahun.
Virus panleukopenia termasuk jenis virus yang sulit dimatikan dan resisten terhadap banyak desinfektan. Idealnya, kucing yang belum divaksinasi tidak boleh dibiarkan masuk ke dalam area tempat kucing yang terinfeksi bahkan jika area tersebut telah didesinfeksi.
Kadang-kadang, kucing yang terkena virus ini mempunyai Tanda-tanda pertama yang bisa diidentifikasi mungkin termasuk lesu, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, muntah, diare parah, keluar ingus, dan dehidrasi. Kucing juga mungkin duduk dalam waktu lama di depan mangkuk airnya tetapi tidak minum banyak air. Pada beberapa kucing, demam bisa datang dan pergi selama sakit dan tiba-tiba turun ke tingkat yang lebih rendah dari biasanya sesaat sebelum meninggal. Pada anak kucing, virus bisa merusak otak dan mata.
Kucing hamil yang terinfeksi virus juga dapat mengalami keguguran atau melahirkan anak kucing yang mengalami kerusakan pada otak kecil.
Sebagai pencinta kucing, informasi yang baru aku dapatkan ini terbilang terlambat untukku. Padahal di rumah ada setidaknya 3 kucing dewasa dan 2 kucing kecil.
Semoga informasi ini bermanfaat ya, sayangi kucing ada.
“Dan sesungguhnya pada hewan hewan ternak benar benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan juga hewan hewan itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu”. (QS Al Mu’minun : 21).
#30hbc2106
#30haribercerita
#30hbc21barutau


Komentar
Posting Komentar